Dialog Jiwa : Menggugat Keseimbangan


Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS Al Qashash 28 : 77)

Keseimbangan, Kesadaran di titik akhir ??

Dari beberapa pertemuan saya dengan beberapa orang tua… :) , ada beberapa kalimat yang memiliki kemiripan dari mereka, yang selalu disampaikan kepada saya, yaitu tentang bentuk kesadaran spiritual yang seringkali saya dengar, baca dan amati selama ini. namun yang menarik adalah ketika  mereka menyampaikan bahwa, “hidup kita, di saat usia senja, baru merasakan bahwa ternyata Kesimbangan dunia dan akhirat ternyata masih jauh yang diperintahkan oleh Allah Swt…”  ada juga yang menyampaikan  kalimat ” masa muda, banyak hal yang membuat kita lalai dan melalaikan, entah apa akan cukup waktu atau tidak untuk menyeimbangkannya…”

Keseimbangan, sebuah dialog jiwa… :)

Keseimbangan Dunia Akhirat bukan 1+1=2, atau 50 : 50 …paling tidak itu yang terlintas di hati, ketika mengamati sekilas paradigma dalam kehidupan di Dunia ini, banyak sekali perubahan dan pergeseran perilaku kehidupan Manusia. Ketika sudah tidak asing lagi upaya untuk mencari kekayaan materi dan kesenangan duniawi dengan segala cara, sehingga melupakan kodratnya sebagai Manusia yang seharusnya mengabdi pada Sang Pencipta.
Kita harus menyadari bahwa Kehidupan Dunia adalah kehidupan  sesaat, yang di ibaratkan di dalam Al Qur’an hanyalah sebagai “sebuah senda gurau belaka”. Kehidupan Akhirat lah sebenarnya yang merupakan kehidupan yang kekal abadi.
Penting sekali memupuk Kesadaran terus menerus untuk mengetahui dan meyakini siapa Pemilik dan siapa Yang Berkuasa pada kehidupan Akhirat dan pemilik Kehidupan Dunia. Karena sudah seharusnya terbentuk kesadaran bahwa tugas seorang Manusia hanyalah Beribadah, dalam segala aspek, setiap gerak langkahnya adalah untuk beribadah, Didalam Al Qur’an – Surah Al An’aam ayat 162, tertulis bahwa:
Sesungguhnya Shalatku, Ibadahku, Hidupku dan Matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan Semesta Alam”.
Dan pada dasarnya tugas utama Manusia di Dunia, adalah “mengabdi” pada Sang Pencipta, sesuai dengan aturan-aturan-Nya,  sesuai dengan kehendak-Nya. Dalam Surah Az Zariyat ayat 56, Allah ber-Firman :
Aku tidak menciptakan Jin dan Manusia melainkan agar mereka ber Ibadah kepada-Ku”.

Dunia dan Akhirat, Keseimbangan yang Proporsional…

Iya, Kesembangan Dunia dan Akhirat, bukanlah 50 : 50 . Dalam analogi yang sederhana, seperti kita menyeduh Kopi, dimana untuk memperoleh  Rasa yang Nikmat, gula, kopi dan Air tidak diseduh dengan Porsi yang sama…tetapi haruslah proporsional sehingga tercipta rasa Minuman Kopi yang Nikmat kita rasakan. begitu Pula, dengan kenikmatan atau kehidupan yang abadi,  dimana keseimbangannya harus proporsional dengan kenikmatan atau kehidupan yang hanya sementara….

Jadi semakin jelas bagi kita, bahwa kehidupan kita di Dunia ini harus benar-benar disadari hanyalah untuk Allah SWT semata.
Semua kegiatan atau aktivitas kita, dan apapun yang kita kerjakan di Dunia ini hanyalah untuk Allah SWT semata, baik itu belajar di sekolah, bekerja, berusaha, menikah, mendidik serta membesarkan anak, mengurus rumah tangga, bersosialisasi dan lain-lain kegiatan atau aktivitas rutin di dalam kehidupan kita di Dunia ini.

“Bekerjalah untuk Duniamu seolah-olah kamu akan hidup selamanya, dan beribadahlah untuk Akhiratmu seolah-olah kamu akan mati esok hari…” Sudah selayaknya kita memiliki Upaya yang sungguh-sungguh, didalam menjadikan Dunia sebagai Ladang bagi Kehidupan Akhirat kelak, Kita tidak lantas harus menjadi sekuler dalam menyikapi kehidupan dunia dan Akhirat, tidak Membelah Jiwa kita menjadi dua bagian, satu bagian untuk dunia, satu bagian untuk akhirat. Yakinlah, bahwa jika Seluruh hidup ini hanya untuk Allah, maka Allah akan memberi kita “Kehidupan“, jika kita mengutamakan kehidupan Akhirat, Maka Kehidupan Dunia akan mengikutinya, berbuat Baiklah kepada sesama, sebagaimana Allah telah berbuat Baik kepada kita, dan pikulah amanah untuk beribadah kepadaNYA dengan Ikhlas Ridlo tanpa berbuat Kerusakan…

Irhamna Ya Rabb,  Engkaulah Pemilik Segala Kesempurnaan…

 

Posted By : Abdi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s